Gmail Calendar Documents Reader Web more »
Recently Visited Groups | Help | Sign in
Google Groups Home
Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??
There are currently too many topics in this group that display first. To make this topic appear first, remove this option from another topic.
There was an error processing your request. Please try again.
flag
  Messages 26 - 50 of 89 - Collapse all  -  Translate all to Translated (View all originals) < Older  Newer >
The group you are posting to is a Usenet group. Messages posted to this group will make your email address visible to anyone on the Internet.
Your reply message has not been sent.
Your post will appear after it is approved by moderators
 
From:
To:
Cc:
Followup To:
Add Cc | Add Followup-to | Edit Subject
Subject:
Validation:
For verification purposes please type the characters you see in the picture below or the numbers you hear by clicking the accessibility icon. Listen and type the numbers you hear
 
extrim_bluesky  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:11 am
From: "extrim_bluesky" <Extrim_blue...@yahoo.com>
Date: Wed, 23 May 2007 06:11:00 -0000
Subject: [budaya_tionghua] Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??

Dear Ulysee yang baik,

menarik analisa kamu yang mengatakan bahwa
korban Tionghoa adalah "ekses" kerusuhan
dan bukan target utama. saya mau tanya,
tolong dijawab dengan lugas:

saat itu ada gerakan mahasiswa demonstran
tuntut Harto mundur. siapa yang mau bunuh
mahasiswa yang berdemo? siapa yang punya
senjata? apakah ada tentara asing (USA)
di jakarta saat itu? kelompok preman dan
paramiliter spt PP, Pemuda Pancamarga dsb
itu binaan tentara.

jadi siapa yang akan tembak dan bantai
demontrans mahasiswa Trisakti?

Salah satu alasan USA dongkel Harto,
menurut hemat saya, adalah KESERAKAHAN
KELUARGA CENDANA dalam mengambil proyek-proyek
bisnis para pebisnis dan bisnis Amerika.

Pasca jatuhnya Soviet Uni, peran Harto untuk
menjadi "anjing-penjaga" komunisme
berakhir sudah. USA tidak punya kepentingan
lagi dengan Harto.

Harto mengerti benar cara-cara
mendongkel penguasa. ia pernah melakukan
itu saat mendongkel Soekarno. tetapi kondisi
di Mei 98 berbeda. justeru dia menjadi
objek yang hendak dijatuhkan.

tetapi siapa aktor lokal yang pegang
senjata di Mei 98 seperti Harto di tahun 65?

kalau dulu, militer satu kata yaitu
hancurkan PKI dan gerus Soekarno. tetapi di
Mei 98, apakah konstelasi ABRI masih sama?
apakah mungkin sipil bisa memiliki
kemampuan kudeta seperti kemampuan militer??

asumsi liar saya: Harto pada awalnya
berpikir untuk melawan. dia perintahkan
Kivlan Zein membantai aksi sejuta umat
apabila aksi itu jadi dibuat. lantas Harto
tembak mahasiswa dan memerintahkan Prabowo
untuk bantai Tenglang.

mengapa lantas gerakan hantam tenglang
cuma 3 hari? dan mengapa selanjutnya harto
bertekuk lutut? mengapa harto tidak melakukan
gerakan dengan maksimal?

saya kira, Harto akhirnya menyadari bahwa
kalao pun ia berhasil mempertahankan
kekuasaan dengan korban begitu banyak
mahasiswa, orang Tenglang dan matinya
tokoh-tokoh reformasi tetap saja ia akan
dikucilkan secara internasional.

Indonesia akan diembargo secara keras. suplai
senjata akan dihentikan. atau bahkan Harto
akan diserang oleh USA seperti perang Iraq.
pada akhirnya Harto akan diadili dan digantung
oleh pengadilan internasional.

plus, ternyata ABRI pecah. ABRI tidak solid
mendukung Harto. terbukti dari pembangkangan
Wiranto. lantas Habibie pun menohok Harto.
makanya Harto sampai sekarang masih
marah sama Habibie.

mayoritas kroni sipil berhianat. tinggalah
harto dengan sedikit jenderal dan kroni
paling setia. tetapi tidak signifikan lagi.
makanya ia lengser keprabon dengan jaminan
jenderal Wiranto yang akan melindungi
harta dan keluarga semua mantan presiden RI.

Prabowo sebenarnya harapan terakhir Harto.
dengan iming-iming bahwa Prabowo akan
diwariskan kekuasaan. Prabowo udah punya
keuntungan sebagai mantu tuan presiden.

lantas Prabowo melaksanakan gerakan bantai
Tenglang. tapi akhirnya, Safrie Samsudin
tarik dukungan setelah pada tanggal 14 Mei
Jenderal Wiranto bertanya "apakah masih mampu
mengamankan ibukota?" kepada Safrie Samsudin.

pertanyaan Wiranto di rapim ABRI itu adalah
tekanan untuk Safrie Samsudin. akhirnya
Safrie tunduk kepada Pangab. dan menohok Prabowo.

melihat ini Prabowo ketir juga. akhirnya
Prabowo juga tidak sanggup lawan Wiranto
dan pro dem. Harto dan keluarga Cendana
terus paksa Prabowo untuk maju. tapi Prabowo
tidak berani. makanya Tutut memaki Prabowo
sebagai PENGECUT.

karena dimaki-maki, Prabowo mendatangi
Ciganjur di malam harinya. Gus Dur sudah
tidur pulas. tiba-tiba bangun karena merasa
ada orang yang sedang pijat-pijat kakinya.
ternyata Prabowo pijat-pijat kaki gus dur
sambil bercucuran air mata.

Gerakan mahasiswa jelas berbeda dengan
aksi bakar Tenglang. jadi ada dua gerakan
di Mei 98. saya ingat justeru saat itu
Mahasiswa mengecam gerakan bakar-bakar
Tenglang. mahasiswa menyerukan agar rakyat
jangan terprovokasi.

gerakan mahasiswa tidak ada kaitan
dengan gerakan bakar tenglang. ini jelas
dilihat. kalau agenda Mahasiswa membakar
Tenglang guna merontokan Harto maka pada
saat massa mengamuk membakar tenglang maka
dapat dipastikan mahasiswa akan ikut di
antara gerombolan anarkis.

tujuan gerakan mahasiswa adalah
menjatuhkan Harto. lantas apa maksud
dan tujuan gerakan hantam tenglang??

begitulah asumsi liar saya yang tidak
bisa dipertanggung jawabkan.

Kenken

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...>
wrote:


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Membantu Pribumi Menghindari Pembodohan RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by Kurniawan
Kurniawan  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:20 am
From: Kurniawan <kurniawan20062...@yahoo.com>
Date: Tue, 22 May 2007 23:20:15 -0700 (PDT)
Local: Wed, May 23 2007 2:20 am
Subject: Membantu Pribumi Menghindari Pembodohan RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Hallo Sdri. Herny. Pendapat bahwa etnis Tionghua
cenderung eksklusif, hanya mau bergaul dengan etnis
China saja dan tidak mau bergaul dengan orang pribumi
sudah menjadi pendapat umum dan ini sering dianggap
sebagai penyebab antipati orang pribumi terhadap orang
China. Tapi saya sama sekali tidak setuju dengan
pendapat ini.  Menurut saya, etnis China menjadi
eksklusif karena ada sebabnya, yaitu karena orang
pribumi terlebih dahulu “memusuhi” etnis China.  Jelas
sekali bahwa pada zaman sebelumnya etnis China di
Indonesia dicemooh, ditolak, dan ditekan di Indonesia
karena ke-China-annya.  Kalau etnis China  “dimusuhi”
oleh pribumi seperti ini, bagaimana mungkin etnis
China masih bisa bergaul baik dengan orang yang
“memusuhi” mereka?

Sebaliknya, orang pribumi memusuhi etnis China juga
bukan tanpa sebabnya. Sebab utamanya adalah “kebijakan
pemerintah” lama yang “menekan dan
mengkambinghitamkan” etnis China membuat orang pribumi
secara otomatis mengikuti kebijakan ini dan selalu
yakin bahwa orang China adalah “penyebab penderitaan
mereka dan ancaman bahaya yang perlu diwaspadai”.  

Bisa dilihat, sesudah pemerintah baru memberi
kebijakan “keterbukaan” terhadap etnis dan kebudayaan
China, rakyat otomatis mengikuti kebijakan ini dan
jauh lebih bisa menerima etnis China.  Hal ini terasa
sekali dalam kehidupan sehari-hari, tanpa didahului
oleh adanya perubahan apa pun yang signifikan dari
pihak etnis China sendiri, termasuk dalam hal
ke-ekslusifan-nya.

Saya selalu yakin, bahwa penyebab paling utama tentang
masalah etnis China di Indonesia, termasuk kerusuhan
Mei, adalah “kebijakan pemerintah” dan bukan pada
pihak pribumi (dalam arti rakyat) maupun pada etnis
China sendiri.

Mengenai bahwa sesudah era keterbukaan terlihat
ke-euforia-an yang berlebihan dan orang China yang
sibuk memamerkan identitas ke-China-annya saya tidak
pernah melihat hal ini. Bisakah Anda memberi
contoh-contoh yang lebih nyata mengenai hal ini?

Saya malah melihat hal yang sebaliknya, bahwa sesudah
era keterbukaan pun masih banyak etnis China yang
sudah tercuci otaknya ataupun trauma atas penekanan di
masa lalu, dan memiliki perasaan bersalah dan khawatir
untuk menjadi terlalu China di Indonesia.  Contohnya
bisa dilihat dari beberapa e-mail di milis ini.

Saat kita

> merayakan imlek besar-besaran di hotel mewah, yang
> sebenarnya tidak perlu,
> ada berapa banyak orang Indonesia lain yang masih
> hidup miskin; jika saya
> menjadi mereka, tidakkah akan muncul rasa iri dan
> pikiran bahwa orang Cina
> kaya-kaya.

Pernyataan semacam ini akan selalu disetujui oleh
kebanyakaan orang sebagai suatu kebaikan yang perlu
dijunjung tinggi.  Tapi  masalah benar atau tidaknya
pernyataan ini adalah hal lain. Saya setuju untuk
tidak melakukan perayaan yang berlebih-lebihan yang
mencolok dan menimbulkan kecemburuan sosial.  Tapi
saya tidak setuju bahwa merayakan  sesuatu dengan
besar-besaran atau mewah itu terkesan buruk untuk
dilakukan.  Kalau kita memang punya sedikit
keberuntungan tidak ada salahnya untuk menikmati
hidup.  Mengenai berapa banyak orang Indonesia lain
yang masih miskin, kita harus prihatin dan berusaha
membantu, tapi bukan berarti karena hal ini kita harus
menindas kebahagiaan kita sendiri.  

Selain kemisikinan di Indonesia, di dunia ini masih
ada berjuta-juta penderitaan dan masalah lain yang
perlu dibantu, mulai dari penyakit, kelaparan,
peperangan, pelanggaran kemanusiaan dan sebagainya,
tetapi apakah karena adanya hal ini kita harus menjadi
martir?  Berapa banyak kah orang yang tidak jadi
menonton film di bioskop dan mendermakan uangnya
kepada orang cacat yang meminta-minta di pintu bioskop
karena nilai uang tersebut 100 X lipat lebih berharga
untuk orang cacat tersebut daripada kesenangan mereka
menonton film yang bisa mereka nikmati secara gratis
di Televisi tanpa batas?

Selain itu ada satu faktor penting yang perlu
diperhatikan dalam situasi ini, yaitu yang Anda
sebutkan sebagai “muncul perasaan iri”.  Dalam
beberapa kasus mungkin memang ada rangsangan
berlebihan dari luar yang memungkinkan munculnya
perasaan iri ini dalam diri seseorang atau masyarakat.
 Tapi seringkali perasaan iri ini sudah lebih dahulu
bercokol dalam diri seseorang atau masyarakat
tersebut.  Hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman,
yang sebelumnya didahului oleh kurangnya pendidikan,
dan kurangnya pendidikan ini sebelumnya didahului oleh
kemiskinan. Saya bukan ingin membahas topik ini, tapi
yang ingin saya tekankan adalah bahwa, selain dari
pihak tertentu harus berusaha untuk tidak memunculkan
rasa iri pada orang lain, tapi dari pihak orang lain
tersebut juga harus berusaha belajar memahami dan
membedakan apakah “perasaan iri” mereka ini rasional
atau tidak.  Ini adalah faktor yang penting.

Contoh lain, dengan kita mengimpor

> barang-barang murah dari Cina;
> makanan, buah, baju, dsb; ada berapa petani dan
> pengusaha pribumi yang
> bangkrut karena tidak mampu bersaing dan akhirnya
> menyalahkan semua orang
> Cina termasuk yang di Indonesia. Hal-hal seperti
> jika tertimbun selama
> bertahun-tahun, dengan sedikit provokasi saja,
> tidakkah akan mengulangi
> tragedi Mei 98?

Saya rasa hal mengimpor barang murah dari China tidak
ada hubungan erat dengan masalah etnis China di
Indonesia.  Yang perlu diingat adalah bisnis bukanlah
kegiatan sosial. Ada kode etik tertentu dalam bisnis
yang harus kita pegang, tapi kalau dalam berbisnis
kita selalu memikirkan berapa banyak orang yang tidak
mampu bersaing dengan kita, jangan heran kalau bisnis
kita tidak pernah maju, dan mungkin ini ciri-ciri
bahwa kita lebih berbakat menjadi pekerja sosial
daripada businessman. Seperti yang saya sebut di atas
mengenai “rasa iri”, dalam kasus ini juga selain dari
satu pihak memang harus berusaha menerapkan bisnis
yang saling menguntungkan,  tapi dari pihak lain juga
perlu adanya peningkatan pemahaman apakah “menyalahkan
orang yang mengalahkan kita dalam berbisnis” adalah
rasionil?

Saya pikir tidak perlu meminta maaf karena kita semua
di sini sama dan sedang berdiskusi. Semua ungkapan
Anda ini benar-benar perlu dihargai.   Dari saya
sendiri, seperti sudah disebutkan di atas, saya merasa
bahwa kelihatannya banyak orang yang khawatir
kalau-kalau menjadi “China”  di Indonesia adalah
sesuatu yang salah, seolah-olah menjadi China berarti
kurang nasionalis terhadap Indonesia, dan akan mejadi
orang yang lebih "berbudi luhur" jika berusaha untuk
menjadi tidak terlalu China.  

Saya selalu berpikir sebaliknya, di samping saya harus
berusaha berbaur dengan pribumi, tapi dari pihak
pribumi juga bisa harus bisa belajar  dan menghargai
ke-China-an saya.  Pemahaman dasar ini penting sekali
untuk orang pribumi sendiri, bukan hanya hubungannya
dengan ke-China-an saya pribadi tapi untuk memperluas
cakrawala mereka secara umum.  Saya sendiri merasa,
selama identitas ke-China-an saya ditekan seperti
zaman sebelumnya, saya tidak akan pernah bisa
benar-benar berbaur dengan orang pribumi dan dengan
negeri ini.  Tidak peduli bagaimana pun saya berusaha,
tidak mungkin saya bisa bersatu dengan orang yang
menolak saya, karena penolakan tersebut ada pada
mereka, dan bukan pada saya.

Hal ini bukan berarti bahwa saya menganggap etnis
China seluruhnya dalam pihak yang benar atau pihak
pribumi seluruhnya berada dalam pihak yang salah.
Semua hal yang Saudari sarankan perlu dilakukan. Yang
ingin saya tekankan adalah selain dari pihak etnis
China, usaha-usaha perbaikan juga harus datang dari
pihak pribumi.

Menyelesaikan masalah etnis China dengan hanya
mengandalkan semua inisiatif dari pihak etnis China
berarti melakukan pembodohan terhadap pribumi.  Kalau
etnis China berusaha berbaur, etnis China berusaha
tidak menimbulkan kecemburuan sosial, etnis China
berusaha tidak menyolok dalam berbisnis, hal ini
berarti etnis China “hanya” membuat orang pribumi
tidak antipati terhadap etnis China, tidak iri
terhadap orang China, dan tidak marah terhadap orang
China.  Hal ini hanya menguntungkan bagi keselamatan
dan keamanan etnis China sendiri, tetapi membiarkan
orang pribumi tetap dalam kegelapan dan
ketidakmengertiannya.  

Tetapi kalau kita meminta orang pribumi juga
bertanggung jawab terhadap persepsi dan pemahaman
mereka sendiri, hal ini berarti kita membantu pribumi
menghindari pembodohan.  Tanggung jawab terhadap
persepsi ini termasuk, bagaimana mereka menyikapi
keanekaragaman etnis, kemungkinan bahwa perasaan
cemburu sosial mereka tidak berdasar (selama memang
bukan ada penyebab dari pihak etnis China yang
keterlaluan), atau kemungkinan bahwa sikap menyalahkan
pihak lain dalam berbisnis adalah kurang tepat. Hal
ini bisa menjadi awal dari kemajuan pribumi ...

read more »


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by Kurniawan
Kurniawan  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:21 am
From: Kurniawan <kurniawan20062...@yahoo.com>
Date: Tue, 22 May 2007 23:21:42 -0700 (PDT)
Local: Wed, May 23 2007 2:21 am
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Saya tidak setuju dengan pendapat Sdri. Greysia di
bawah ini. Menurut saya, pendapat semacam ini adalah
contoh permainan "menghukum diri sendiri" akibat
kejadian di masa lalu.  Pemahaman semacam ini akan
merugikan etnis China dan pihak pribumi sendiri.
Penjelasannya bisa dilihat di topik yang sama, yang
saya ubah sedikit judulnya menjadi "Membantu Pribumi
Menghindari Pembodohan".

Kurniawan

--- greysia susilo junus <greysiagrey...@yahoo.com>
wrote:

___________________________________________________________________________ _________
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php

    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Kutipan Tempo Okt 1998 RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by Kurniawan
Kurniawan  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:18 am
From: Kurniawan <kurniawan20062...@yahoo.com>
Date: Tue, 22 May 2007 23:18:39 -0700 (PDT)
Local: Wed, May 23 2007 2:18 am
Subject: Kutipan Tempo Okt 1998 RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Kekerasan seksual terhadap wanita etnis China memang
benar-benar terjadi dan diakui sendiri oleh pemerintah
waktu itu.  Tapi kejahatan ini tentunya bukan
dilakukan secara spontan oleh rakyat, tapi oleh
kelompok terorganisir untuk kepentingan tertentu.

Ini kutipan dari TEMPO Edisi 6-12 OKTOBER 1998, topik
utama Pemerkosaan: Cerita dan Fakta

Opini, halaman 15

Paragraf 1:
Tentang pemerkosaan, ada begitu banyak cerita dan tak
begitu banyak fakta.  Ini tidak berarti bahwa orang
dengan gampang dapat mengatakan bahwa semua laporan
tentang brutalitas yang berlangsung dalam kerusuhan
Mei lalu terhadap kalangan keturunan Cina, hanya
teriakan kosong yang tidak menyenangkan.   Majalah ini
menunjukkan bahwa kekerasan itu memang pernah terjadi.
 Sejumlah perempuan, seperti Mona dan gadis-gadis lain
(lihat halaman 63), dipaksa sekelompok orang secara
seksual.  Dan mereka dijahanami karena mereka berasal
dari ras tertentu.  Mereka Tionghoa.

Paragraf 10:
Bagaimanapun, Tim Relawanlah, dengan laporannya yang
mengejutkan itu, yang telah menggerakkan masyarakat
dan pemerintah untuk menjadi saksama dalam menangani
kekerasan ini.  Mungkin karena itu pula, seperti
indikasi yang kami peroleh dari jajak pendapat TEMPO
interaktif, hampir 80 persen responden percaya bahwa
pada Mei yang lalu sebuah pemerkosaan massal terjadi –
meskipun itu tidak menunjukkan bahwa kejadian itu
sudah sepenuhnya tersingkap.  Pemerintah yang semula
hanya bisa bilang “tidak benar ada pemerkosaan” juga
akhirnya bereaksi secara positif.  Sebuah tim gabungan
pencari fakta dibentuk.  Menteri Kehakiman bahkan
mengatakan pemerintah mengakui bahwa kekerasan seksual
terhadap perempuan keturunan Cina itu memang terjadi.

Halaman 16 paragraf 4:
Para dokter, atau siapa saja yang tak bersedia hidup
terus menerus dengan kebencian, tak layak diam.
Setiap bangsa perlu berbersih diri.  Untuk itu, ia
perlu mengakui bahwa dirinya mungkin saja – atau
memang – pernah kotor.

___________________________________________________________________________ _________Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow  

    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "rela membuka pakaiannya di depan webcam" by Otodidak
Otodidak  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:29 am
From: Otodidak <hai_otodi...@yahoo.com>
Date: Tue, 22 May 2007 23:29:53 -0700 (PDT)
Local: Wed, May 23 2007 2:29 am
Subject: [budaya_tionghua] rela membuka pakaiannya di depan webcam

http://www.acehinstitute.org
Kolom Gampong 070507 website Aceh Institute|

TEMAN | Oleh: Sulaiman Tripa |Koordinator FDT Budaya
Aceh Institute

HATI-hati, selama ini, semangat mencari teman untuk
mesum dapat dilakukan lewat berbagai media. Internet,
sudah menyediakan banyak fasilitas, seseorang bisa
saling bertukar gambar apa saja. Bahwa ketelanjangan
tubuh pun dapat dibagi lewat yang namanya internet.

Fasilitas yang ada dalam massangger, misalnya. Dengan
ngobrol jarak-jauh, teman yang masuk dalam sekejap
saling mengenal tanpa mengenal batas. Dari gampong pun
bisa mendapatkan teman dengan segera. Prasyarat, tentu
saja jaringan internet. Ini menjadi bagian implikasi
negatif sebuah kemajuan teknologi.

Di samping yang negatif, tentu banyak yang positif.
Internet bisa menjadi jaringan dakwah juga. Membagi
pengetahuan agama, misalnya, juga dapat dilakukan
melalui internet. Seorang teman, bahkan membuat sebuah
website pribadi yang isinya, khusus masalah
kajian-kajian agama.

Banyak yang positif dari hadirnya sebuah teknologi.
Walau di antara itu, ada yang negatif. Ibarat sebuah
pisau, bisa digunakan untuk kebaikan, tapi ada orang
yang menggunakannya untuk kejahatan. Begitu juga
dengan internet, bisa untuk kebaikan, juga bisa
dipergunakan untuk kejahatan dan hal-hal yang tidak
baik.

Syahdan, pada pasal ini saya ingin melihat sesuatu
yang negatif, yang barangkali dapat menjadi pengalaman
bagi orang lain. Khususnya ngobrol lewat internet. Ini
menjadi ruang untuk menjalin persahabatan zaman baru.
Pun demikian, chatting juga bisa menjadi ruang untuk
mencari perselingkuhan baru secara maya.

Sekitar tiga tahun lalu, ketika saya masih tinggal di
Jakarta, saya mempunyai seorang teman yang mengelola
internet di sekitar Rawamangun. Sebagai pengelola,
tentu ia mempunyai banyak waktu untuk chatting.
Ngobrol dan mencari teman dengan tanpa dibatasi
teritori, bukanlah masalah. Tapi apa yang terjadi bila
teman baru yang didapatkan itu rela membuka pakaiannya
di depan webcam.

Itu menjadi masalah. Saya membayangkan, bagaimana bila
ada saudara saya, teman saya, atau bahkan orang
gampong saya yang seperti itu. Teman saya yang di
Jakarta itu, merupakan corak orang yang ternyata
mendapat kesenangan secara maya. Kesenangan yang
buruk, yang tidak patut dicontoh oleh orang lain.

Setelah tsunami, Aceh menjadi kawasan yang sangat
terbuka secara maya. Kemajuan itu, seperti yang saya
katakan, sama sekali bukan masalah. Namun
kenyataannya, ada orang yang mengambil implikasi
negatif ketimbang positif. Ketika chatting sudah
menjadi ruang baru bagi sebagian muda di Aceh untuk
mencari teman dari seluruh jagad, ada sebagian yang
mempergunakan untuk berkomunikasi yang jorok-jorok.

Sudah menjadi kenyataan baru, melalui chatting, banyak
orang yang sudah tidak canggung untuk mempergunakan
kata-kata yang jorok. Di nanggroe kita ini, saya juga
pernah mendapat teman yang membagi-bagi keindahan
tubuhnya. Ini menjadi masalah baru yang berpotensi
merusak tatanan kehidupan di Aceh.

Solusinya, tentu bukan dengan melarang internet. Tapi
bagaimana implikasi negatif dari internet itu bisa
ditekan. Dalam zaman sekarang, internet sudah menjadi
kebutuhan penting. Alur komunikasi dan informasi
menjadi sangat lancar, dan menjadi makna penting dari
kehadiran teknologi ini.

Semuanya terletak pada manusianya. Orang yang
menggunakan teknologilah yang menentukan untuk tujuan
apa sebuah kemajuan teknologi itu dipergunakan. Untuk
tujuan positifkah? Untuk tujuan negatifkah? Yang
jelas, orang tua, memiliki tugas baru untuk menjaga
anak-anaknya dari pengaruh negatif dari kemajuan
teknologi komunikasi dan informasi ini.

Semisal mencari teman baru di dunia maya, seorang anak
harus diingatkan untuk selalu berhati-hati. Untuk
selalu waspada agar tidak mudah tergoda.[ST]

Hak Cipta Terlindungi
© Copyrights by The Aceh Institute - 2007
http://www.acehinstitute.org

original URL:
http://www.acehinstitute.org/gampong_sulaiman_tripa_teman.htm

___________________________________________________________________________ _________
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by Akhmad Bukhari Saleh
Akhmad Bukhari Saleh  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 3:28 am
From: "Akhmad Bukhari Saleh" <absa...@indo.net.id>
Date: Wed, 23 May 2007 14:28:04 +0700
Local: Wed, May 23 2007 3:28 am
Subject: Re: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tiong...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, May 23, 2007 12:31 PM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

> Cerita dunks, waktu Malari gimana?
> Di lapangan Banteng kayak apa?
> Pembajakan Woyla juga gue baru denger sekarang, ntar gue google ah.
> Bom Stupa Borobudur bisa mempertahankan kekuasaan?
> Gemana tuh ceritanya tuh? Kayaknya seru tuh.
> Kerusuhan yang direkayasa untuk mempertahankan kekuasaan itu
> pegimana teorinya?

-------------------------------

He he he... panjang tuh ngomonginnya.
Walau menarik, tetapi OOT lah sama milis budaya tionghoa ini.

Di sini lebih asyik ngomongin puisi terjemahan Tjio-heng aja ah...

Wasalam.


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Pian hoa (Re: [budaya_tionghua] Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??)" by Akhmad Bukhari Saleh
Akhmad Bukhari Saleh  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 3:32 am
From: "Akhmad Bukhari Saleh" <absa...@indo.net.id>
Date: Wed, 23 May 2007 14:32:37 +0700
Local: Wed, May 23 2007 3:32 am
Subject: Pian hoa (Re: [budaya_tionghua] Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??)

Kalau Jaya Suprana bikin rekor MURI untuk kategori "pian hoa di milis",
pasti juaranya adalah yang namanya (salahsatu nama) Kenken ini ya, he he
he...

Hari ini saja sudah pian hoa dua kali!!
Belom yang kemarin-kemarin.
Kalau cuman Kauw Cee Thian aja sih kalah kosen deh...

Wasalam.

=====================================

----- Original Message -----
From: extrim_bluesky
To: budaya_tiong...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, May 23, 2007 1:11 PM
Subject: [budaya_tionghua] Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??

> begitulah asumsi liar saya yang tidak
> bisa dipertanggung jawabkan.

> Kenken

-------------------------------------


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles-->Mas Grey" by you_qing_long
you_qing_long  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:31 am
From: "you_qing_long" <you_qing_l...@yahoo.com.sg>
Date: Wed, 23 May 2007 06:31:42 -0000
Local: Wed, May 23 2007 2:31 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles-->Mas Grey

Gw bantu mbak Greysia jawabin hehehehehe

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "extrim_bluesky"

<Extrim_bluesky@...> wrote:

> Mas Greysia yb,

> saya tanya dikit ya:

> 1. kapan ada "pesta-imlek" jor-joran
> di hotel mewah seperti yang pernah anda
> dengar?!

Banyaklah
Tapi ya itu mah komoditas bisnis.
Liat kalu mo imlek ada aje tawaran imlek di hotel.
Baunya gak jauh dari bisnis.

Kalu yg ngadain pejabat atawa pengusaha seh itu kalu kata gw seh
lage cari nama.
Lha perayaan imlek khan benernya silaturahmi boooooooooooo

> 2. ada apa dgn tarian Liong yang anda
> katakan ada di mana-mana? gak bole ya?
> di mana aja ada tarian Liong & Barong?
> apa mereka mengganggu ketertiban umum?

Pernah denger barong ngamen gak ?

> 3. Siapa yg "memaksa" kita menyamakan
> level kita dgn budaya RRT & Taiwan?
> memangnya apa aja bedanya? kan asal budaya
> Tenglang kita itu dari Zhongquo.

Zhongguo itu gede , pernik2 budaya org Khe ama Hokian aja bisa beda.

> 4. Bangunan kelenteng kita yang unik dan
> tidak ada lagi di RRT? itu artinya apa?
> maksudnya apa?

> 5. Kapan ada kasus Bio dibongkar, dipugar
> & dibuat semirip mungkin dgn bentuk kuil-kuil
> di RRT & Taiwan. anda bisa sebut contoh
> kasus & nama Bio-nya? harusnya gimana?
> bentuk kuil "khas" Tionghoa di Indonesia
> itu seperti apa?? apa gentengnya pake
> anyaman daun kelapa spt atap istana pagar
> ruyung??

nomor 4 gw jawab di nomor 5.

Lu pigi ke Sampokong sono heuhehehehehehehehe
Pohon Rante yg khas SAMPOKONG en gak ada dimana2 aje disemen ama
dicor beton.
Amburadullah pokokne.
Beda ama taon 80an

> 6. banjir budaya "baru" dari RRT itu contohnya
> apa toch Mas? saya ndak ngerti. apa aja sih
> yang anda maksud dengan budaya "baru" dari RRT
> itu??

Budaya RRT yg ngalir ini budaya RRT UTARA yg JELAS BEDA SAMA
MAYORITAS HUAKIAO DI Indonesia yg asalnye dari selatan.

> 7. patung-patung made in RRT?? apa aja? harus
> beli di mana? apa di Tulungagung ada industri
> kerajinan lempung, logam, kayu yang bikin patung
> kongco, budha, kwan im, kwan kong dsb??

Hm emang seh sebenernya banyak patung2 yg ada itu banyakan made in
RRT. Kalu nurut gw seh wajar.
Kalu urusan2 geser menggeser seh rasanya kagak ya mbak.
Biasanya patung yg utama ataw asli atawa awal itu tetep mesti ada.
Gak dibuang.

_____________________________________________________________________


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??" by drira...@aol.com
drira...@aol.com  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 10:31 am
From: drira...@aol.com
Date: Wed, 23 May 2007 10:31:08 EDT
Local: Wed, May 23 2007 10:31 am
Subject: Re: [budaya_tionghua] Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??

Koq tambah bermutu yah ?
Setelah Madeleine Albright buka suara saat itulah sekringnya  ngejepret.

In a message dated 5/22/2007 11:16:28 P.M. Pacific Daylight Time,  

Extrim_blue...@yahoo.com writes:

Dear  Ulysee yang baik,

menarik analisa kamu yang mengatakan bahwa
korban  Tionghoa adalah "ekses" kerusuhan
dan bukan target utama. saya mau tanya,  
tolong dijawab dengan lugas:

saat itu ada gerakan mahasiswa  demonstran
tuntut Harto mundur. siapa yang mau bunuh
mahasiswa yang  berdemo? siapa yang punya
senjata? apakah ada tentara asing (USA)
di  jakarta saat itu? kelompok preman dan
paramiliter spt PP, Pemuda  Pancamarga dsb
itu binaan tentara.

jadi siapa yang akan tembak dan  bantai
demontrans mahasiswa Trisakti?

Salah satu alasan USA dongkel  Harto,
menurut hemat saya, adalah KESERAKAHAN
KELUARGA CENDANA dalam  mengambil proyek-proyek
bisnis para pebisnis dan bisnis Amerika.  

Pasca jatuhnya Soviet Uni, peran Harto untuk
menjadi  "anjing-penjaga" komunisme
berakhir sudah. USA tidak punya kepentingan  
lagi dengan Harto.

Harto mengerti benar cara-cara
mendongkel  penguasa. ia pernah melakukan
itu saat mendongkel Soekarno. tetapi kondisi  
di Mei 98 berbeda. justeru dia menjadi
objek yang hendak dijatuhkan.  

tetapi siapa aktor lokal yang pegang
senjata di Mei 98 seperti  Harto di tahun 65?

kalau dulu, militer satu kata yaitu
hancurkan  PKI dan gerus Soekarno. tetapi di
Mei 98, apakah konstelasi ABRI masih  sama?
apakah mungkin sipil bisa memiliki
kemampuan kudeta seperti  kemampuan militer??

asumsi liar saya: Harto pada awalnya
berpikir  untuk melawan. dia perintahkan
Kivlan Zein membantai aksi sejuta umat  
apabila aksi itu jadi dibuat. lantas Harto
tembak mahasiswa dan  memerintahkan Prabowo
untuk bantai Tenglang.

mengapa lantas  gerakan hantam tenglang
cuma 3 hari? dan mengapa selanjutnya harto  
bertekuk lutut? mengapa harto tidak melakukan
gerakan dengan maksimal?  

saya kira, Harto akhirnya menyadari bahwa
kalao pun ia berhasil  mempertahankan
kekuasaan dengan korban begitu banyak
mahasiswa, orang  Tenglang dan matinya
tokoh-tokoh reformasi tetap saja ia akan  
dikucilkan secara internasional.

Indonesia akan diembargo secara  keras. suplai
senjata akan dihentikan. atau bahkan Harto
akan diserang  oleh USA seperti perang Iraq.
pada akhirnya Harto akan diadili dan  digantung
oleh pengadilan internasional.

plus, ternyata ABRI  pecah. ABRI tidak solid
mendukung Harto. terbukti dari pembangkangan  
Wiranto. lantas Habibie pun menohok Harto.
makanya Harto sampai  sekarang masih
marah sama Habibie.

mayoritas kroni sipil  berhianat. tinggalah
harto dengan sedikit jenderal dan kroni
paling  setia. tetapi tidak signifikan lagi.
makanya ia lengser keprabon dengan  jaminan
jenderal Wiranto yang akan melindungi
harta dan keluarga semua  mantan presiden RI.

Prabowo sebenarnya harapan terakhir Harto.  
dengan iming-iming bahwa Prabowo akan
diwariskan kekuasaan. Prabowo  udah punya
keuntungan sebagai mantu tuan presiden.

lantas Prabowo  melaksanakan gerakan bantai
Tenglang. tapi akhirnya, Safrie Samsudin  
tarik dukungan setelah pada tanggal 14 Mei
Jenderal Wiranto bertanya  "apakah masih mampu
mengamankan ibukota?" kepada Safrie Samsudin.  

pertanyaan Wiranto di rapim ABRI itu adalah
tekanan untuk Safrie  Samsudin. akhirnya
Safrie tunduk kepada Pangab. dan menohok Prabowo.  

melihat ini Prabowo ketir juga. akhirnya
Prabowo juga tidak  sanggup lawan Wiranto
dan pro dem. Harto dan keluarga Cendana
terus  paksa Prabowo untuk maju. tapi Prabowo
tidak berani. makanya Tutut memaki  Prabowo
sebagai PENGECUT.

karena dimaki-maki, Prabowo mendatangi  
Ciganjur di malam harinya. Gus Dur sudah
tidur pulas. tiba-tiba bangun  karena merasa
ada orang yang sedang pijat-pijat kakinya.
ternyata  Prabowo pijat-pijat kaki gus dur
sambil bercucuran air mata.  

Gerakan mahasiswa jelas berbeda dengan
aksi bakar Tenglang. jadi  ada dua gerakan
di Mei 98. saya ingat justeru saat itu
Mahasiswa  mengecam gerakan bakar-bakar
Tenglang. mahasiswa menyerukan agar rakyat  
jangan terprovokasi.

gerakan mahasiswa tidak ada kaitan
dengan  gerakan bakar tenglang. ini jelas
dilihat. kalau agenda Mahasiswa membakar  
Tenglang guna merontokan Harto maka pada
saat massa mengamuk membakar  tenglang maka
dapat dipastikan mahasiswa akan ikut di
antara  gerombolan anarkis.

tujuan gerakan mahasiswa adalah
menjatuhkan  Harto. lantas apa maksud
dan tujuan gerakan hantam tenglang??  

begitulah asumsi liar saya yang tidak
bisa dipertanggung  jawabkan.

Kenken

************************************** See what's free at http://www.aol.com.

[Non-text portions of this message have been removed]


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Membantu Pribumi Menghindari Pembodohan RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by fei fei
fei fei  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 2:33 am
From: fei fei <feifei2...@yahoo.com.sg>
Date: Wed, 23 May 2007 14:33:44 +0800 (CST)
Local: Wed, May 23 2007 2:33 am
Subject: Re: Membantu Pribumi Menghindari Pembodohan RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

pola pikir yang bagus sekali ,saya salut atas tulisan ini.

Hallo Sdri. Herny. Pendapat bahwa etnis Tionghua
cenderung eksklusif, hanya mau bergaul dengan etnis
China saja dan tidak mau bergaul dengan orang pribumi
sudah menjadi pendapat umum dan ini sering dianggap
sebagai penyebab antipati orang pribumi terhadap orang
China. Tapi saya sama sekali tidak setuju dengan
pendapat ini. Menurut saya, etnis China menjadi
eksklusif karena ada sebabnya, yaitu karena orang
pribumi terlebih dahulu “memusuhi” etnis China. Jelas
sekali bahwa pada zaman sebelumnya etnis China di
Indonesia dicemooh, ditolak, dan ditekan di Indonesia
karena ke-China-annya. Kalau etnis China “dimusuhi”
oleh pribumi seperti ini, bagaimana mungkin etnis
China masih bisa bergaul baik dengan orang yang
“memusuhi” mereka?

Sebaliknya, orang pribumi memusuhi etnis China juga
bukan tanpa sebabnya. Sebab utamanya adalah “kebijakan
pemerintah” lama yang “menekan dan
mengkambinghitamkan” etnis China membuat orang pribumi
secara otomatis mengikuti kebijakan ini dan selalu
yakin bahwa orang China adalah “penyebab penderitaan
mereka dan ancaman bahaya yang perlu diwaspadai”.

Bisa dilihat, sesudah pemerintah baru memberi
kebijakan “keterbukaan” terhadap etnis dan kebudayaan
China, rakyat otomatis mengikuti kebijakan ini dan
jauh lebih bisa menerima etnis China. Hal ini terasa
sekali dalam kehidupan sehari-hari, tanpa didahului
oleh adanya perubahan apa pun yang signifikan dari
pihak etnis China sendiri, termasuk dalam hal
ke-ekslusifan-nya.

Saya selalu yakin, bahwa penyebab paling utama tentang
masalah etnis China di Indonesia, termasuk kerusuhan
Mei, adalah “kebijakan pemerintah” dan bukan pada
pihak pribumi (dalam arti rakyat) maupun pada etnis
China sendiri.

Mengenai bahwa sesudah era keterbukaan terlihat
ke-euforia-an yang berlebihan dan orang China yang
sibuk memamerkan identitas ke-China-annya saya tidak
pernah melihat hal ini. Bisakah Anda memberi
contoh-contoh yang lebih nyata mengenai hal ini?

Saya malah melihat hal yang sebaliknya, bahwa sesudah
era keterbukaan pun masih banyak etnis China yang
sudah tercuci otaknya ataupun trauma atas penekanan di
masa lalu, dan memiliki perasaan bersalah dan khawatir
untuk menjadi terlalu China di Indonesia. Contohnya
bisa dilihat dari beberapa e-mail di milis ini.

Saat kita

> merayakan imlek besar-besaran di hotel mewah, yang
> sebenarnya tidak perlu,
> ada berapa banyak orang Indonesia lain yang masih
> hidup miskin; jika saya
> menjadi mereka, tidakkah akan muncul rasa iri dan
> pikiran bahwa orang Cina
> kaya-kaya.

Pernyataan semacam ini akan selalu disetujui oleh
kebanyakaan orang sebagai suatu kebaikan yang perlu
dijunjung tinggi. Tapi masalah benar atau tidaknya
pernyataan ini adalah hal lain. Saya setuju untuk
tidak melakukan perayaan yang berlebih-lebihan yang
mencolok dan menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi
saya tidak setuju bahwa merayakan sesuatu dengan
besar-besaran atau mewah itu terkesan buruk untuk
dilakukan. Kalau kita memang punya sedikit
keberuntungan tidak ada salahnya untuk menikmati
hidup. Mengenai berapa banyak orang Indonesia lain
yang masih miskin, kita harus prihatin dan berusaha
membantu, tapi bukan berarti karena hal ini kita harus
menindas kebahagiaan kita sendiri.

Selain kemisikinan di Indonesia, di dunia ini masih
ada berjuta-juta penderitaan dan masalah lain yang
perlu dibantu, mulai dari penyakit, kelaparan,
peperangan, pelanggaran kemanusiaan dan sebagainya,
tetapi apakah karena adanya hal ini kita harus menjadi
martir? Berapa banyak kah orang yang tidak jadi
menonton film di bioskop dan mendermakan uangnya
kepada orang cacat yang meminta-minta di pintu bioskop
karena nilai uang tersebut 100 X lipat lebih berharga
untuk orang cacat tersebut daripada kesenangan mereka
menonton film yang bisa mereka nikmati secara gratis
di Televisi tanpa batas?

Selain itu ada satu faktor penting yang perlu
diperhatikan dalam situasi ini, yaitu yang Anda
sebutkan sebagai “muncul perasaan iri”. Dalam
beberapa kasus mungkin memang ada rangsangan
berlebihan dari luar yang memungkinkan munculnya
perasaan iri ini dalam diri seseorang atau masyarakat.
Tapi seringkali perasaan iri ini sudah lebih dahulu
bercokol dalam diri seseorang atau masyarakat
tersebut. Hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman,
yang sebelumnya didahului oleh kurangnya pendidikan,
dan kurangnya pendidikan ini sebelumnya didahului oleh
kemiskinan. Saya bukan ingin membahas topik ini, tapi
yang ingin saya tekankan adalah bahwa, selain dari
pihak tertentu harus berusaha untuk tidak memunculkan
rasa iri pada orang lain, tapi dari pihak orang lain
tersebut juga harus berusaha belajar memahami dan
membedakan apakah “perasaan iri” mereka ini rasional
atau tidak. Ini adalah faktor yang penting.

Contoh lain, dengan kita mengimpor

> barang-barang murah dari Cina;
> makanan, buah, baju, dsb; ada berapa petani dan
> pengusaha pribumi yang
> bangkrut karena tidak mampu bersaing dan akhirnya
> menyalahkan semua orang
> Cina termasuk yang di Indonesia. Hal-hal seperti
> jika tertimbun selama
> bertahun-tahun, dengan sedikit provokasi saja,
> tidakkah akan mengulangi
> tragedi Mei 98?

Saya rasa hal mengimpor barang murah dari China tidak
ada hubungan erat dengan masalah etnis China di
Indonesia. Yang perlu diingat adalah bisnis bukanlah
kegiatan sosial. Ada kode etik tertentu dalam bisnis
yang harus kita pegang, tapi kalau dalam berbisnis
kita selalu memikirkan berapa banyak orang yang tidak
mampu bersaing dengan kita, jangan heran kalau bisnis
kita tidak pernah maju, dan mungkin ini ciri-ciri
bahwa kita lebih berbakat menjadi pekerja sosial
daripada businessman. Seperti yang saya sebut di atas
mengenai “rasa iri”, dalam kasus ini juga selain dari
satu pihak memang harus berusaha menerapkan bisnis
yang saling menguntungkan, tapi dari pihak lain juga
perlu adanya peningkatan pemahaman apakah “menyalahkan
orang yang mengalahkan kita dalam berbisnis” adalah
rasionil?

Saya pikir tidak perlu meminta maaf karena kita semua
di sini sama dan sedang berdiskusi. Semua ungkapan
Anda ini benar-benar perlu dihargai. Dari saya
sendiri, seperti sudah disebutkan di atas, saya merasa
bahwa kelihatannya banyak orang yang khawatir
kalau-kalau menjadi “China” di Indonesia adalah
sesuatu yang salah, seolah-olah menjadi China berarti
kurang nasionalis terhadap Indonesia, dan akan mejadi
orang yang lebih "berbudi luhur" jika berusaha untuk
menjadi tidak terlalu China.

Saya selalu berpikir sebaliknya, di samping saya harus
berusaha berbaur dengan pribumi, tapi dari pihak
pribumi juga bisa harus bisa belajar dan menghargai
ke-China-an saya. Pemahaman dasar ini penting sekali
untuk orang pribumi sendiri, bukan hanya hubungannya
dengan ke-China-an saya pribadi tapi untuk memperluas
cakrawala mereka secara umum. Saya sendiri merasa,
selama identitas ke-China-an saya ditekan seperti
zaman sebelumnya, saya tidak akan pernah bisa
benar-benar berbaur dengan orang pribumi dan dengan
negeri ini. Tidak peduli bagaimana pun saya berusaha,
tidak mungkin saya bisa bersatu dengan orang yang
menolak saya, karena penolakan tersebut ada pada
mereka, dan bukan pada saya.

Hal ini bukan berarti bahwa saya menganggap etnis
China seluruhnya dalam pihak yang benar atau pihak
pribumi seluruhnya berada dalam pihak yang salah.
Semua hal yang Saudari sarankan perlu dilakukan. Yang
ingin saya tekankan adalah selain dari pihak etnis
China, usaha-usaha perbaikan juga harus datang dari
pihak pribumi.

Menyelesaikan masalah etnis China dengan hanya
mengandalkan semua inisiatif dari pihak etnis China
berarti melakukan pembodohan terhadap pribumi. Kalau
etnis China berusaha berbaur, etnis China berusaha
tidak menimbulkan kecemburuan sosial, etnis China
berusaha tidak menyolok dalam berbisnis, hal ini
berarti etnis China “hanya” membuat orang pribumi
tidak antipati terhadap etnis China, tidak iri
terhadap orang China, dan tidak marah terhadap orang
China. Hal ini hanya menguntungkan bagi keselamatan
dan keamanan etnis China sendiri, tetapi membiarkan
orang pribumi tetap dalam kegelapan dan
ketidakmengertiannya.

Tetapi kalau kita meminta orang pribumi juga
bertanggung jawab terhadap persepsi dan pemahaman
mereka sendiri, hal ini berarti kita membantu pribumi
menghindari pembodohan. Tanggung jawab terhadap
persepsi ini termasuk, bagaimana mereka menyikapi
keanekaragaman etnis, kemungkinan bahwa perasaan
cemburu sosial mereka tidak berdasar (selama memang
bukan ada penyebab dari pihak etnis China yang
keterlaluan), atau kemungkinan bahwa sikap menyalahkan
pihak lain dalam ...

read more »


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by Prometheus
Prometheus  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 3:28 am
From: "Prometheus" <prometheus_prom...@yahoo.com.sg>
Date: Wed, 23 May 2007 14:28:40 +0700
Local: Wed, May 23 2007 3:28 am
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Edy Wijaya  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 4:00 am
From: Edy Wijaya <wineti...@yahoo.com>
Date: Wed, 23 May 2007 01:00:11 -0700 (PDT)
Local: Wed, May 23 2007 4:00 am
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

menurut saya gini aja, toh pemerintah maupun tokoh masyarakat yg terkenalpun atau presiden cuek banget ttg kerusuhan mei 1998 ini.
daripada kita habis duit untuk beli obat penurun darah tinggi, kita jaga sikap sendiri aja. Toh yg kalian cerita ini 99% hanya kerusuhan di jakarta. Kalian apa tahu kerusuhan di daerah bagaimana ?

Di daerah asal saya, di jalan veteran ada wanita Tionghoa ditelanjangi rame-rame dan dikerjain. Mungkin ada teman milist yg bisa cerita apa ada wanita (maaf, pribumi) yang ditelanjangi dan dikerjain pada hari kerusuhan itu?

Di jalan lain, ada engkong menebas mati perusuh yg masuk rumah karena mau memperkosa cucunya pakai samurai yg dipajang diatas TV.
Mungkin ada dari teman milist yg mendengar ada pemuda Tionghoa merampok di rumah elite (maaf sekali lagi istilah ini, pribumi) dan mencoba memperkosa wanita didalam rumahnya ?

Ok lah kalo mereka bilang kerjaan elite politik, toh apa yg harus kita harapkan dari mereka? Boro-boro politisi (maaf lagi, pribumi) , sekaliber kwik kian gie, frans winata SH, etc aja gak ada nyali untuk ini.
So, biarkan lah....hemat obat darah tinggi.

kata orang bijak, berbuat sesuai kata hati toh? kalo hati anda gak sreg, kenapa harus dipaksakan.
* sorry kalo kalimat ini agak membingungkan...*

bagaimana selanjutnya terserah anda......

---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

[Non-text portions of this message have been removed]


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles-->Mas Grey" by extrim_bluesky
extrim_bluesky  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 4:22 am
From: "extrim_bluesky" <Extrim_blue...@yahoo.com>
Date: Wed, 23 May 2007 08:22:07 -0000
Local: Wed, May 23 2007 4:22 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles-->Mas Grey

Dear Koh You Qing Long yb,

thanks atas jawabannya. saya tanya
lagi dikit nech.

1. Jadi mestinya gimana merayakan
imlek?! kalo perayaan di hotel
itu dikategorikan sebagai "mewah"?

lagipula, itu imlek resminya dirayakan
sebagai hari raya agama Konghucu di
Indonesia.

setiap hari besar keagamaan, dihadiri
oleh Presiden sbg simbol penghormatan
pemerintah RI atas hari besar agama
tersebut.

2. Barongsai ngamen, saya pernah liat di
Muara Karang. ya mirip dgn pengamen liar
dan kalangan gereja yg lagi cari donasi.

apa ini salah?! melanggar ketertiban umum
ya?! pasal apa? mestinya Barongsai main
di mana?

3. Zhongguo memang gede. sekitar 9 juta
km persegi lebih luasnya. terdiri dr
56 suku. tapi asal dari tradisi, ekspresi
& atribute Tionghoa di sluruh dunia ya
dari Zhongguo. gak bisa dipisah dan diputus
gitu aja.

jawaban No.4 & 5 gak nyambung Koh Cing Lung.
Kelenteng Sam Po Kong direnovasi gak ada
urusannya dgn mau "meniru abis-abisan"
kelenteng di RRT.

gua liat Bun Tek Bio, Toa Se Bio, Chen
te Yen dsb itu ya gak ada bedanya dgn
foto-foto bio di Singapura, Taiwan dan
RRT. mungkin kalah bagus iya, tapi secara
atribute dan ciri khas ya mirip. dominan
warna merah, ada ukiran naga, ada huruf
Tionghoa dsb.

nah, pertanyaan awal saya ke Mas Greysia
itu masalahnya di mana supaya gak dituduh
mau jiblak RRT abis-abisan?! mesti ganti
huruf mandarin dgn huruf batak? mesti
ganti ukiran Tionghoa dgn batik SOlo
atau apa??

itu mesjid CHeng HO di Surabaya dibangun
dgn arsitektur Tionghoa. beda jauh dgn
arsitektur mesjid gaya Arab. apa itu salah?!

PITI Jl. Lao Tze mau bangun mesjid sejenis
dgn gaya arsitektur Tionghoa. mirip kelenteng.
apa itu juga salah?! bakar aja semua atribut
Tionghoa kalo begitu. kalo perlu bakar
diri kita yang beretnis Tionghoa ini. biar
gak jadi Tionghoa lagi, tapi jadi debu.

6. bisa kasi contoh apa banjir budaya
"baru" Tiongkok Utara?? selama masa Soeharto,
cuma masuk film-film Hong Kong yang dibintangi
oleh Andy Lau, Steven Chow cs.

saat ini, ada F4 dari Taiwan. itu Budaya
"baru" RRT??

7. Nah, masalah patung, Koh Cing Lung bener tuh.
si Mas Greysia itu ngomong apa?! kok kayanya
anti bener sama RRT. sampe patung aja diributin.

La, pernah masuk bio atau kelenteng gak si
Mas Grey itu?! itu patung Kongco yang ada
di Bio berusia udah ratusan tahun. gak pernah
beli patung dari RRT.

kalo pun ada patung baru ya karena gak
ada yg jual di RI. masa mau diganti sama
patung Semar, Petruk & Gareng?! ga nyambung
kan.

best regards,
Kenken

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "you_qing_long"

_____________________________________________________________________


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Euphoria Budaya Tionghoa (RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles)" by Tantono Subagyo
Tantono Subagyo  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 4:09 pm
From: "Tantono Subagyo" <tant...@gmail.com>
Date: Thu, 24 May 2007 03:09:30 +0700
Local: Wed, May 23 2007 4:09 pm
Subject: Re: Euphoria Budaya Tionghoa (RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles)

Neng Ully yang baik (emang baik karena tidak sakit, huhuhu)

Semua budaya harus dilestarikan, baik budaya tionghua indonesia maupun yang
datang lagi dari sono, budaya tionghua di sini sudah berkembang jauuuhh,
seperti gambang kromong etc, potehi, dls itu 'kan hampir punah, jadi kalo
mau melestarikan ya itu dulu lah, kalo kita sekarang mau merengkuh budaya
tionghua dengan melalap mentah-mentah yang datang dari RRC dan Taiwan, lha
nanti siapa yang mau melestarikan budaya tionghua yang berkembang disini ?.

Tapi memang aneh ya, Loo Kay baru saja makan semeja dengan Parakitri Tahi
Simbolon dari Gramedia, ybs cerita bahwa sebenarnya sumber awal sastra
Indonesia adalah bukan sastra Melayu tetapi sastra Baba yaitu keturunan
tionghua yang mulai dengan surat kabar dan terbitan buku jeman Belanda dulu
dengan bahasa Melayu Pasar atau Melayu Rendah, termasuk diantaranya genre
cerita silat : Boe Hiap, Gie Hiap, Kiam Hiap de el es.  Maka di jaman
euphoria ini Gramedia menerbitkan kembali buku seri sastra tionghua di jaman
belanda, seperti misalnya Bunga Roos dari Cikembang karangan Kwee Tek Hoay
(1927), tapi apa daya jualannya nyungsep, rencana buat 25 seri cuma sampai 9
sudah habis napas.  Jadi melestarikan yang mana dengan cara apa juga jadi
masalah.
Masalah cerita silat misalnya, karena nostalgila opa-opa kayak Loo Kay ini
maka penerbitan kembali memakai Hokkian (udah pasti ada yang beli), kalau
pakai pin yin, gambling juga, karena yang muda lebih gemar chicklit dan
Tiger Wong dan yang tua seperti saya otaknya sudah susah untuk transformasi
ke pinyin.
Tapi nggak usah bingung, tenaga kita 'kan terbatas, coba lestarikan satu
segmen saja kalau kita kerjakan dengan baik sudah lumayan kok.  Salam, Tan
Loo Kay

[Non-text portions of this message have been removed]


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by ulysee_me2
ulysee_me2  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 11:39 pm
From: "ulysee_me2" <ulysee_...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 24 May 2007 03:39:12 -0000
Local: Wed, May 23 2007 11:39 pm
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Debat??? Itu belum nyampe debat donk! Baru pemanasan. Ibaratnya mau
tarung, belon melancarkan jurus, baru dorong-dorongan, wakakaka.

BTW, apakah Anda tidak tahu bahwa kalimat:
"Ente sama sekali tidak menunjukkan simpati." dan
"Kalo ente jadi korban, gue pikir, ente ngga bakalan berani omong
kayak begini, enteng banget kayak ga ada beban."
juga termasuk "Attack the person, not the argument" alias ad hominem?

Huehuehuehue, hanya sekedar mengingatkan.
Anda mau debat yang ikut aturan? tanpa logical fallacy?
Boleh, ayuk! Udah lama cari sparring untuk descent fight.
Cihuy!

Nah mau mulai darimana sekarang?

1. Dari menentukan lapangan dulu ya. Anda berdiri di lapangan yang
mana?
a. Yang menyatakan bahwa kerusuhan Mei 98 adalah kerusuhan rasial.
b. yang menyatakan bahwa kerusuhan Mei 98 adalah BUKAN kerusuhan
rasial?

2. Menanggapi statement Anda:
"Gue pikir, isu rasial menjadi mencuat salah satunya akibat adanya
gang-raped, mengingat korbannya adalah gadis-gadis etnis tionghua.
Mengapa kok yang kena gadis2 tersebut?
Hal ini kemudian diperkuat dengan posting salah seorang member
disini yang berisi laporan dari UN.
Misfortune inilah yang membuat orang-orang bereaksi spontan,
mendapatkan justifikasi bahwa kerusuhan tersebut "berbau rasial".

Saya setuju dengan pendapat yang ini. Isu kerusuhan rasial, menurut
pengamatan saya,  baru mulai muncul setelah adanya kisah Vivian yang
menyebar via internet. Yang, kalau ngga salah - boleh dibetulin
kalau ada info lain - mulai beredar lewat dua minggu- hempir sebulan
setelah kerusuhan.

Tapi itu bukan satu satunya justifikasi orang akan adanya kerusuhan
rasial, yang biasanya dibawa-bawa adalah toko-toko milik Tionghoa
yang kena jarah atau kena bakar. Melupakan bahwa hampir di setiap
kerusuhan, yang kena jarah ya toko donk, masa mau jarah kantor pos.
Bahwa pemiliknya tionghoa, ya lantaran orang tionghoa banyak
berperan di sektor dagang/distribusi barang. Toh banyak juga toko
milik pribumi yang kena rusak dan kena jarah.

Tapi bukan berarti menutup kemungkinan ada pihak yang mencoba
mendompleng untuk kepentingan pribadi, ikut menyebarkan isu RASIAL
ini. Sebab, merebaknya kasus perkosaan, yang sampai sekarang saya
percaya memang benar terjadi, kemudian secara sistematis dihembuskan
dikipas-kipas. Nah, kenapa bisa ter-hembus secara sistematis, itu
juga menarik untuk dibahas.

*kok jadi ber saya-saya neh, biasanya cuek gue-elu...hehehehe*

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "Others" <others@...> wrote:


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles --> ABS" by ulysee_me2
ulysee_me2  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 11:50 pm
From: "ulysee_me2" <ulysee_...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 24 May 2007 03:50:59 -0000
Local: Wed, May 23 2007 11:50 pm
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles --> ABS

Waaahhhh CURAAAANGGGGGGG !!!!!

Nggak OOT donk kalau masih dihubungkan sama MEI 98.
Lagian juga ngga ada larangan ngomongin politik, sebab katanya
politik bagian dari budaya, dan punya pengaruh sama tionghoa
Indonesia. Hihihihi.

Kyahahahaha, gitu deh, kalau garis batas nya abu abu, jadi bingung.

Okeh kalau gitu ga usah omong Malari de el el, Ngomong Mei 98 aja,

Gimana bisa dianggap Kerusuhan Mei 98 itu sebagai "Kerusuhan yang
direkayasa untuk mempertahankan kekuasaan" itu pegimana teorinya?

Kalau ada yang bilang itu OOT, gue mau nuntut semua judul PERINGATAN
TRAGEDI MEI 98 dicabut dari milis ini, hehehee.

Mau ngomongin puisi terjemahan zhou-xiong, boleh, di judul lain
dunks, ah.

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "Akhmad Bukhari Saleh"


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Kutipan Tempo Okt 1998 RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by ulysee_me2
ulysee_me2  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 12:01 am
From: "ulysee_me2" <ulysee_...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 24 May 2007 04:01:40 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 12:01 am
Subject: Re: Kutipan Tempo Okt 1998 RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Nah itu, yang perlu ditilik itu:

Kasus perkosaan yang terjadi:
1. apakah dilakukan secara terorganisir, atau secara spontan?
2. kalau terorganisir, siapa/ kelompok mana yang mengorganisir?
3. kalau terorganisir, untuk kepentingan apa? apa tujuannya? Apa
motivasinya?  

4. dari opini:
"hampir 80 persen responden percaya bahwa pada Mei yang lalu sebuah
pemerkosaan massal terjadi"

pertama-tama, harus kembali ke istilah "PERKOSAAN MASSAL"

1. apa yang bisa dikategorikan sebagai perkosaan massal?

2. Apakah sudah diketahui umum, bahwa istilah "gang rape"
dengan "mass rape" itu berbeda arti dan pengertiannya?

3. Sudahkah disadari, bahwa salah persepsi dan salah penggunaan
istilah, bisa mementahkan argumen dan inti permasalahan yang mau
diangkat?

Dari sinilah awal kontraversi tidak berkesudahan yang tidak
berujung! Adanya perbedaan persepsi terhadap suatu istilah!

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, Kurniawan

_____________________________________________________________________
_______________Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here
and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??" by ulysee_me2
ulysee_me2  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 12:21 am
From: "ulysee_me2" <ulysee_...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 24 May 2007 04:21:08 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 12:21 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??

Dr. Ir, nyindir apa muji sih, nggak jelas, wakakakaak.

Tull, saat Madeline Albright buka suara, langsung kejadian.
Jebret!!!
Jadi boleh donk nuduh keterlibatan Agen Asing sebagai trigger
kerusuhan?? Heheheheh.

Apalagi waktu Sandyawan bawa kasus Mei 98 ke depan kongres As,
reaksinya cuma "jadi butuh bantuan apa?"
sehingga beliau kheki seolah olah dateng cuman mau ngemis dana, atau
apa gitu lah.

Ngga ada itikad untuk ikut campur tangan menegakkan keadilan...
seperti yang biasa didengungkan.
Tanya kenapa.....? hohohoho.

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, drirawan@... wrote:

> Koq tambah bermutu yah ?
> Setelah Madeleine Albright buka suara saat itulah sekringnya  

ngejepret.

    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Euphoria Budaya Tionghoa (RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles)" by ulysee_me2
ulysee_me2  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 12:43 am
From: "ulysee_me2" <ulysee_...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 24 May 2007 04:43:22 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 12:43 am
Subject: Euphoria Budaya Tionghoa (RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles)

Lookay,
berhubung kayaknya sekarang banyak yang euphoria sama budaya yang
impor punya. Gue mau fokus sama budaya yang nyaris punah aje deh.
Tapi tolong kasi pencerahan dunks,
selain gambang kromong, wayang potehi, kebaya encim, apa lagi
akulturasi dua budaya yang masih bisa dipertahankan?

mau bikin LIST nih, untuk bikin peta, apa lagi yang bisa dilakukan
untuk mempertahankan budaya yang ada.

sambil mencoba menyerap yang impor untuk memperkembangkan budaya
yang ada gitchu lhooohhh.

sebelum terlambat sisa tinggal sepetak kayak candranaya.... hiks.

Akhirnya gue memilih budaya yang bisa gue nikmati aje deh, hehehe.

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "Tantono Subagyo"


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by ulysee_me2
ulysee_me2  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 4:40 am
From: "ulysee_me2" <ulysee_...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 24 May 2007 08:40:10 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 4:40 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Apa yang Anda maksud dengan "permainan menghukum diri sendiri" itu?

Apa mau menyangkal ada tionghoa yang pengen merayakan Imlek besar
besaran sampai sewa satu kemayoran? Apa itu bukan jor-joran namanya?

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, Kurniawan

_____________________________________________________________________
_______________


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
hai hai  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 5:18 pm
From: hai hai <sibu...@yahoo.com>
Date: Wed, 23 May 2007 14:18:14 -0700 (PDT)
Local: Wed, May 23 2007 5:18 pm
Subject: Re: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Kerusuhan Mey '98 adalah fakta sejarah bangsa
Indonesia.
Ada banyak fakta, ini di antaranya

Bangunan-bangunan yang dibakar mayoritas milik orang
tionghua.
Ada orang-orang yang dianiaya, bahkan dianiaya hingga
tewas.
Ada wanita-wanita yang diperkosa, wanita-wanita cantik
dan seksi, wanita-wanita yang cukup untuk
membangkitkan birahi.
Wanita-wanita malang itu, ada amoy, ada pembantu rumah
tangga amoy, ada yang mirip amoy.
Siapa yang berani memastikan bahwa wanita cantik dan
seksi yang tidak mirip amoy tidak jadi korban?
Ada orang-orang yang terpanggang hidup hidup di mall
dan supermarket.
Siapa yang berani memastikan bahwa orang-orang ini
layak dipanggang hidup hidup?
Mereka menjarah, namun siapa yang yang tahu alasan
mereka menjarah?
mungkin mereka sudah tidak makan teratur selama
berhari-hari dan berfikir dengan ikut menjarah,
keluarga dapat makan beberapa hari ke depan
Siapa pula yang berani memastikan bahwa di antara para
penjarah itu tidak ada amoi atau akeu?

Mengikuti jejak Kwik kian Gie, aku coba bermimpi
Sang Agung beriku anugrah sehingga kutahu siapa
melakukan apa pada bulan mey 1998

Ada yang merencanakan, mengerahkan
Ada yang melampiaskan dendam
Ada yang hanya ikut ikutan
ada yang lepas kendali spontan
ada yang muncul birahi begitu saja
ada yang memimpikan sex sejak lama

Waktu berlalu
ada yang bangga dengan tindakan mereka di mey '98
ada yang menyesal dan menanggung rasa bersalah
ada pula yang menyesal karena tidak ikutan beraksi

Sang Agung bertanya padaku,
apa yang hendak kau lakukan pada mereka?
Darahku mendidih, hatiku meradang
kukepalkan tinjuku tuk menyerang

Sang agung mengingatkan
dimana kau saat itu?
apa yang kau lakukan saat itu?
apa yang bisa kau lakukan saat itu, namun tidak kau
lakukan?
apa upah yang layak bagimu?

Aku memejamkan mata,
menatap nuraniku
mengenang Mey 1998

Aku ketakutan saat itu
berusaha menyelamatkan diri
terkepung di antara manusia khilaf
setelah itu berlalu
aku kehilangan nyali

Kalau aku berjalan,
mengelilingi Jakarta
sambil mendendangkan lagu

padamu negeri aku berjanji
padamu negeri aku berbakti
padamu negeri aku mengabdi
bagimu negeri jiwa raga kami

apa yang akan terjadi?

Atau kubujuk teman-teman
mempersenjatai diri
berkeliling Jakarta
membabat siapa saja yang dikuasai angkara murka
berapa banyak yang kan bergabung?

apa yang akan terjadi?

Atau bila ku jalan sendiri
membabat siapa saja yang durjana
berapa banyak yang tergugah
dan menemaniku?

apa yang terjadi?

Atau bertahun tahun seblum mey '98
aku berkeliling meneladani Mozi
berteriak teriak seantero negeri
"Kasihilah sesamamu manusia
seperti engkau mengasihi dirimu sendiri
di empat penjuru dunia
semuanya adalah saudara."

apakah mey hitam kelam 1998 tetap terjadi?

Termangu kumerenung,
mey hitam kelam 1998
orang-orang tionghua bersatu padu
tak ada yang pergi mengungsi
tak ada yang egois,
lari menyelamatkan diri sendiri
berdiri tegap bahu membahu
saling membela
wanita dan lelaki
yang dewasa dan anak anak

apa yang terjadi?

Mey hitam kelam 1998
adalah fakta sejarah bangsa Indonesia,
sudah terjadi
kenapa Sang Agung membiarkannya terjadi?
sedang DIA berkuasa tanpa lawan

Mey hitam kelam 1998
kalau saja aku sedikit lebih peduli
kalau saja aku sedikit memikirkan sesamaku
kalau saja aku beraksi
mungkin aku sekarang dapat berdiri tegak
menatap Tian, menatap sesama
dan berteriak
I do my best!

Mey hitam kelam 1998
setiap kali kuacungkan telunjukku
MENUDUH
tiga jari menuduh diri sendiri
satu jari yang trbesar
menuduh Tian

goho
hai hai

___________________________________________________________________________ _________Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Membantu Pribumi Menghindari Pembodohan RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by hera
hera  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 23 2007, 10:34 pm
From: "hera" <her...@indo.net.id>
Date: Thu, 24 May 2007 09:34:16 +0700
Local: Wed, May 23 2007 10:34 pm
Subject: Re: Membantu Pribumi Menghindari Pembodohan RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Dear ALL....
Coba masuk  sendiri dekh....
Saya adalah seorang keturunan Cina yang memeluk agama ISLAM.....
Saya melihat dan merasakan sendiri 2 sisi pendekatan dan perbedaan...
Kadang2 saya suka cengar cengir bila ada orang Cina menjelekan ttg orang
pribumi....
dan juga sebaliknya kalau ada  orang pribumi yang menjelekkan  org Cina....

He..he....
Kita tidak bisa me rubah orang lain kecuali diri kita sendiri !!!!
Jangan menyalahkan siapa2,....
saya melihat bagaimana keluarga besar saya akhirnya bisa menerima keadaan
saya.... UNTUNG... saya punya seorang ayah yang  berpikir dan berjiwa
besar....
dan juga punya seorang ibu mertua yang sangat bijaksana...

Keluarga besar suami saya mau belajar  bahwa  perbedaan kita tidak harus
menjadi masalah besar....
KEBIASAAN tiap  orang berbeda....
KEBIASAAN tiap kelompok itu berbeda...

Hera...
BTW=

Pesan dari Mother Theresa.
Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi,
bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada
maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi,
tetaplah berbuat baik selalu.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga
teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi,
tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang
dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain
mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi,
teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan
pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang
lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa
mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan
hatimu .

Mother Theresa.

NB: Jika Anda berkenan, kirimkanlah email ini ke teman2 Anda.

...

read more »


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??" by extrim_bluesky
extrim_bluesky  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 4:08 am
From: "extrim_bluesky" <Extrim_blue...@yahoo.com>
Date: Thu, 24 May 2007 08:08:33 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 4:08 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??

Woow....Romo Sandyawan SJ itu
Keki sama Kongres US? dan nyinyir
kaya emak-emak dgn full of negatif
thoughts towards US COngress??

info dari mane? pernah ngomong langsung
sama si Romo Sandyawan SJ?! baca di
koran? koran apa?

ini kayak mukul bayangan yang gak
pernah ada. tapi gak pernah berani
seret Harto ke pengadilan HAM dgn tuduhan
sebagai otak dan orang paling bertanggung
jawab atas kerusuhan Mei 98.

best regards,
Kenken

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "ulysee_me2"


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Discussion subject changed to "Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles" by extrim_bluesky
extrim_bluesky  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 4:41 am
From: "extrim_bluesky" <Extrim_blue...@yahoo.com>
Date: Thu, 24 May 2007 08:41:50 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 4:41 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

ULysee tau gak?!

di Jombang, tanggal 13 Mei 98
Kodim setempat memanggil semua
kepala keluarga etnis Tionghoa
yang berada di sana.

Dandim menjelaskan konteks dan gerakan
apa yg sedang terjadi di Jakarta dan
kota-kota kerusuhan lainnya. menurut
sodara Tionghoa Jombang, pihak Kodim
menyadari bahwa kerusuhan Mei 98 itu
berindikasi gerakan rasialis.

kenapa pula cuma etnis Tionghoa yang
dibriefing oleh pihak Kodim?!

adakah 1 orang Batax dibakar hidup-hidup
dgn benzin motornya sendiri?! spt yang
dialami oleh si Iwan Firman???

adakah 1 orang Dayak digebuki dgn
teriakan-teriakan "bakar dayak",
"bunuh dayak"??

nah, si Iwan Firman itu digebuki 40-an
pemuda tak dikenal non-tionghoa sambil
diteriaki "bunuh cina", "bakar cina".
kemudian si Iwan Firman dibakar hidup-hidup
di tengah jalan.

dari contoh ini, jelas Kerusuhan Mei 98
ada indikasi gerakan ganyang cina.

Masalah Perkosaan Massal terhadap
cewe Tionghoa, saya tidak kompeten
menjawabnya. saya berharap hal itu
tidak terjadi. tetapi satu-satunya
mekanisme yang paling pantas menjawab
seluruh kekeruhan itu adalah PENGADILAN
HAM.

Penjarahan toko, restoran, properti
Tionghoa jelas dapat disaksikan.

di Jl. Tubagus ANgke, sekitar THI dan
Dutamas, Jembatan V adalah titik
penjarahan dan pembakaran terhadap
properti Tionghoa.

ada 1 restoran Padang ditengah-tengah
toko & restoran Tenglang yang dijarah
massa. tetapi ajaibnya, restoran Padang
itu tetap berdiri tegak tanpa luka.
bahkan kaca jendal pun sama sekali tidak
pecah.

laporan TGPF jelas melaporkan bahwa
kerugian materiil paling parah diderita
oleh komunitas Tionghoa. itu artinya
apa toh???

best regards,
Kenken

--- In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "ulysee_me2"

40yahoogroups.com> ...

read more »


    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Erik  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options May 24 2007, 7:21 am
From: "Erik" <rsn...@yahoo.com>
Date: Thu, 24 May 2007 11:21:57 -0000
Local: Thurs, May 24 2007 7:21 am
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles

Saya jadi tertarik ikut nimbrung sama komentar Zhou Xiong.
Bukan pada topik kerusuhan Mei'98 yang didebat-kusirkan, tapi pada
persoalan Target Objek dan Ekses.
Saya sebenarnya benci dan dendam sekali pada Zhou Xiong karena
sesuatu sebab. Lalu saya bikin rencana membunuhnya.
Saya pasangi bom ke mobil Zhou Xiong. Tapi, Zhou Xiong tidak
sendirian di dalam mobil itu, ada orang lain yang ikut numpang.
Jadi, mampuslah mereka semuanya bersama Zhou Xiong akibat ledakan
bom yang saya pasang itu.
Karena yang mati bukan cuma Zhou Xiong sendirian, tetapi ada banyak
orang lain. maka saya tidak boleh dituduh berencana membunuh
Zhou Xiong, karena buktinya yang mati bukan Zhou Xiong seorang diri,
ada lebih banyak orang lain kecuali Zhou Xiong!!
Ahhhh, logika hukum macam apakah itu???

Salam,

Erik
---------------------------------------------------------------
In budaya_tiong...@yahoogroups.com, "Skalaras" <skalaras@...> wrote:

> Kalau banyak non Tionghoa yang mati, itu adalah ekses, karena

mereka terjebak dalam pertokoan yang terbakar, sedangkan sasaran
utamanya adalah tetap rumah2 dan pertokoan milik Orang Tionghoa. ini
harus dibedakan.

> ini adalah manuver politik tingkat tinggi yang mendompleng

sentimen rasial. saat menggerakkan massa untuk membakar dan
memperkosa, slogan yang didenguingkan tetap ganyang Cina! warna
rasial tetap saja tak bisa dihapus. Namun perlu ditegaskan, walau
sasarannya adalah Tionghoa, ini bukanlah kerusuhan rasialis spontan,
tapi direkayasa dan dikondisikan ( untuk melibakan masyarakat kelas
bawah yang hidupnya tertekan ), maka seluruh anggota masyarakat yang
sadar harus melawan,  jangan mau dikambing hitamkan.

    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.
Messages 26 - 50 of 89 < Older  Newer >
« Back to Discussions « Newer topic     Older topic »

Create a group - Google Groups - Google Home - Terms of Service - Privacy Policy
©2010 Google